Masih seputar burung Trucukan, kebetulan Sigacor sedang asik memelihara Burung Trucukan. Jadi sambil bikin blog sekalian praktek biar ngeblognya ga jenuh. Pada artikel sebelumnya Sigacor telah menulis Cara Cepat Burung Trucukan Ombyokan Makan Voer Total, kalau belum baca silakan baca dulu ya sob biar lebih mudah mempraktekan tahap Menjinakan Burung Trucukan Liar Hasil Ombyokan atau Tangkapan Hutan pada artikel ini.

Setelah Burung Trucukan sobat mau makan voer total barulah kita memulai tahapan berikutnya, yaitu tahap penjinakan. Tentunya memiliki burung yang liar atau grabagan itu kurang menyenangkan, hal itu karena pemilik akan merasa risih kalau memindahkan kandang ataupun memberi makanan pada Trucukan yang pastinya akan glapakan sampai-sampai nabrak kandang yang bisa menyebabkan luka pada atas paruh burung Trucukan. Kemudian juga Burung Trucukan yang grabagan akan susah sekali untuk dibuat gacor.
cara menjinakan trucukan, tips menjinakan burung trucukan liar, cara merawat trucukan yang stres, cara merawat trucukan ombyokan, cara memandikan burung trucukan, ciri trucukan bagus, merawat burung trucukan agar cepat jinak, cara membedakan trucukan jantan dan betina, cara merawat trucukan bakalan,
Menjinakan Burung Trucukan Liar Hasil Ombyokan atau Tangkapan Hutan

Pada artikel ini Sigacor akan mengutip beberapa artikel dari para ahli, berikut beberapa cara Menjinakan Burung Trucukan Liar Hasil Ombyokan atau Tangkapan Hutan:
  1. Terapi mandi – Seperti pada burung lainnya, trucukan juga menikmati momen saat mandi. Mandikan burung trucukan bakalan (grapakan) baik muda hutan ataupun dewasa setiap 2 kali dalam sehari. Kemudian jemur sebentar lalu kasih makan. Biarkan burung mengenali pemiliknya saat dia diberi makan EF seperti jangkrik misalnya. Biasanya burung akan langsung menyambar dan terbiasa bertatap muka dengan pemiliknya, sehingga dia tidak ketakutan oleh pemiliknya.
  2. Terapi Lapar – Terapi lapar dilakukan dengan cara memandikan burung dan dijemur beberapa jam tanpa makanan. Setelah kurang lebih dijemur 3-4 jam atau lihat burung keadaannya masih kuat apa tidak menahan lapar, turunkan burung dan beri makanan. Jangkrik atau EF lainnya diberikan langsung dengan tangan, sehingga burung trucukan yang dalam keadaan lapar akan memangsanya tanpa memikirkan bahaya. Karena sudah sering dilakukan, burung akan terbiasa berinteraksi atau berhadapan dengan pemiliknya.
  3. Biasakan dilewati lalu lalang orang – Keadaan ini biasanya dialami oleh burung yang baru nangkap dari hutan. Tentunya memiliki sedikit trauma oleh manusia (giras) karena biasanya burung trucukan tersebut hidup dialam bebas. Sehingga burung ketakutan terhadap manusia. Gantungkan sangkar burung trucukan diatas yang sering dilalui oleh manusia dibawah sangkarnya.
  4. Mainkan dengan tangan – Akan lebih cepat berhasil jika burung yang dipelihara adalah dari anakan lepas lolohan dan bukan muda hutan. Biasanya burung trucukan yang akan dijinakan dimandikan dengan cara disemprot dan kemudian dimainkan oleh tangan secara perlahan. Jangan langsung ditangkap, coba elus-elus dulu bulunya sampai dia merasa nyaman. Pelatihan menjinakan dengan tangan dilakukan bertahap setiap harinya. Jika burung terlihat membandel, coba tangan yang dimasukan sangakr sambil memegang jangkrik.
  5. Simpan di lantai ketika kita bersantai – Saat kita bersantai di teras atau di dalam rumah, ajaklah burung trucukan tersebut seperti berinteraksi. Cukup turunkan ke lantai, tidak usah dikelilingi oleh orang-orang di sekitaran anda yang penting ada orang yang lalu lalang didepannya. Lama-kelamaan burung akan terbiasa dan tak takut lagi dengan manusia, karena dia merasa bahwa orang-orang yang ada disekitarnya tidak membahayakan dirinya.
Selain cara diatas, Sigacor juga akan memberikan alternatif lain untuk Menjinakan Burung Trucukan kita yang masih liar. Sobat bisa mencobanya jika Burung Trucukan kita terbilang sangat liar, berikut caranya:

Cara Menjinakan Burung Trucukan


Kondisi burung yang jika melihat orang maka langsung nabrak-nabrak jeruji, salto maupun loncat-loncat tidak mau diam. Penjinakan dengan kondisi ini memang dibutuhkan kesabaran dan konsisten agar hasilnya maksimal, caranya:
  • Mandikan burung trucukan 3 kali sehari (pagi, siang, dan sore)
  • Gunakan sangkar yang ukurannya kecil (20x20x20cm atau 25x25x25cm) atau Anda dapat menggunakan sangkar burung pleci. Jika masih sering melakukan salto maka pada bagian atas sangkar dapat ditutup dengan kardus agar burung tidak punya celah untuk melakukan salto.
  • Cara memandikan burung adalah dengan cara disemprot pada bagian kepala terlebih dahulu sampai trucukan mengeluarkan bunyi kiek kiek, kemudian baru bagian tubuhnya hingga basah kuyup.
  • Jemur dengan kondisi sangkar ditaruh pada tempat yang rendah dan banyak dilalui orang. Setelah kering kasih EF secukupnya.
  • Jika burung trucukan sudah mulai jinak tingkat sedang, maka pindah kedalam sangkar yang lebih besar dan rajin diberi Extra Fooding (EF).
Itulah dia beberapa cara ampuh untuk menjinakan Burung Trucukan, metode itu biasa digunakan oleh para penggemar Burung Trucukan. Mengenai hasilnya tinggal bagaimana kita mempraktekannya dengan benar sesuai yang telah diulas pada artikel ini, dan yang pastinya kita harus membuat Burung Trucukan kita menjadi nyaman berada di dekat kita. Jangan sampai kita menjadi ancaman buat Trucukan. Kalau yang kita lakukan sudah benar pasti Burung Trucukan kita akan menjadi semakin jinak. Bahkan akan meng Garuda (Istilah buka sayap pada burung Trucukan) jika bertemu dengan kita, pada artikel berikutnya mudah-mudahan Sigacor akan mengulas cara cepat Burung Trucukan Buka Sayap (Garuda). Namun sebelum itu alangkah baiknya sobat mempraktekan artikel blog ini yang berjudul Perawatan Harian Burung Trucukan agar Cepat Gacor agar burung Trucukan sobat cepat gacor.


Tag:
cara menjinakan trucukan, tips menjinakan burung trucukan liar, cara merawat trucukan yang stres, cara merawat trucukan ombyokan, cara memandikan burung trucukan, ciri trucukan bagus, merawat burung trucukan agar cepat jinak, cara membedakan trucukan jantan dan betina, cara merawat trucukan bakalan,

0 komentar:

Posting Komentar